2.14 Miracles of Fasting: Prolonged or Extended Fasting

Ruth D. Adamson

Jika pembaca sudah sampai di bagian ini, maka saya berasumsi pembaca sudah memahami postingan saya sebelumnya, terutama sebelum ini (2.13 Miracles of Fasting: Hormone Grhelin). It’s ok kalau pembaca belum mencoba IF, tapi paling tidak sudah memahami why nya. Sekarang kita masuk ke yang lebih serius, yaitu Extended Fasting. Seperti […]

Jika pembaca sudah sampai di bagian ini, maka saya berasumsi pembaca sudah memahami postingan saya sebelumnya, terutama sebelum ini (2.13 Miracles of Fasting: Hormone Grhelin). It’s ok kalau pembaca belum mencoba IF, tapi paling tidak sudah memahami why nya.

Sekarang kita masuk ke yang lebih serius, yaitu Extended Fasting.

Seperti yang saya singgung sebelumnya, Extended Fasting atau Prolonged Fasting adalah puasa lebih dari 24 jam, tentu pengertian puasa disini adalah water fasting. Banyak penelitian yang mengatakan bahwa Extended Fasting memberikan berbagai macam positive aspects, sudah saya publish pada postingan sebelumnya. Namun kita ulang lagi di bawah ini.

Antara lain:

  • Sudah pasti akan menurunkan berat badan
  • Meningkatkan sensitivitas Insulin dan mempertahankan kadar gula normal
  • Meningkatkan kesehatan jantung dengan memperbaiki tekanan darah, degree triglycerides dan cholesterol
  • Meningkatkan fungsi otak dan menghindarkan penyakit2 neurodegenerative
  • Meningkatkan produksi Advancement Hormone yang penting bagi pertumbuha, metabolic process dan kekuatan otot
  • Menunda proses penuaan dan memperpanjang usia hidup
  • Membantu pencegahan kanker dan meningkatkan efektifitas chemotherapy
  • dll

Luar biasa kan ya?

Namun lagi2 saya sarankan pembaca untuk sedikit meluangkan waktu browsing2 di world wide web, ketik aja positive aspects of extended fasting atau hal2 seperti itu.

Chart di bawah ini, menunjukkan positive aspects yang kita peroleh seiring perjalanan waktu ketika menjalani Extended Fasting:

Fasting Benefits Over Time

Sebelumnya pembaca perlu baca disclaimer di sebelah kiri atas ya.

Nah, dari chart di atas bisa kita baca, setelah five jam menjalani puasa maka kadar gula darah mulai turun hingga jam ke 10, setelah itu berfluktuasi seperti tampak di chart di atas itu. Setelah hari keempat, gula darah sudah stabil.

Proses Autophagy dan produksi Advancement Hormone terjadi setelah 10 jam berpuasa hingga diperkirakan mencapai puncak pada hari ketiga, setelah itu mulai berkurang.

Setelah berpuasa twenty jam, tubuh mulai memproduksi intestinal stem cells, dan bersamaan dengan terjadinya proses immune reboot dan juga bersamaan dengan tubuh memproduksi musculoskeletal stem cells. Hal ini terus meningkat hingga kurang lebih hari ketiga dan kemudian stabil. Apa itu semua, terus terang saya tidak bisa menjelaskannya 😃… maaf… semoga ada yg bisa menjelaskan di komentar di bawah.

Ketones body mulai diproduksi oleh tubuh sekitar 30 jam setelah berpuasa, dan penurunan berat badan mulai terjadi, dan terus meningkat seiring perjalanan waktu. Kira2 demikian cara membaca chart di atas.

Apa iya sih semua itu terjadi? Hmmm… sulit untuk membuktikannya secara langsung, namun beberapa hal yang saya alami, benar2 membuat saya tidak habis pikir… kok bisa gitu lho…

Why do I do this outrageous Fasting?

Sekarang saya ingin sharing apa yang memotivasi saya masih menjalankan IF & PF selama ini, dan apa yang saya rasakan setelah menjalani IF & PF selama lebih dari 2 tahun ini?

Pada awal tulisan ini saya menceritakan bahwa pengalaman saya berkenalan dengan segala macam metode Diet regime dan Fasting ini bukan karena saya memang sengaja ingin Diet regime atau Fasting, sama sekali tidak. Saya hanya gregetan kenapa kok dokter saya tidak memberikan saya obat penurun gula ketika hasil Lab saya sangat buruk.

Ketika sedang discovering mengenai glucose dlsb itu, saya secara tidak sengaja berkenalan dengan Diet regime Keto dan hingga mengenal Fasting.

Sebelum saya mengerti semua positive aspects mengenai Diet regime dan Fasting, pandangan saya terhadap hal2 berbau Diet regime sangat unfavorable. Hal ini merupakan akibat dari melihat pengalaman beberapa teman yang sudah sangat sengsara menjalankan berbagai metode Diet regime, dan bahkan ada yang menghabiskan uang puluhan juta untuk membeli paket eating plan, namun akhirnya gagal full.

Takut mati???

Saya bahkan secara sarkastis mengatakan:”Haizzz… ngapain sih diet2 segala macam, wong hidup cuma sebentar kok disiksa seperti itu… Ayooo makan yang enak… mati ya sudah toh”. Begitu tuh komentar saya sok tahu.

Berbarengan dengan usaha saya mengexplore perihal Diet regime dan Fasting ini, mata hati saya juga seperti dibukakan oleh berbagai peristiwa menyedihkan di sekitar saya. Pada kurun waktu bersamaan, tiba2 saya melihat atau mendengar berita mengenai orang tua teman atau saudara yang lebih dulu meninggalkan kita oleh karena berbagai penyakit.

Saya melihat dan mendengar cerita yang sangat menyedihkan, bagaimana cara mereka berjuang mengatasi penyakit yang mereka derita, hingga mengalami penderitaan2 yang sangat menyakitkan sebelum akhirnya meninggal. Mereka pergi benar2 tidak dengan damai, penuh kesakitan & kesengsaraan 😩.

Saya juga berkali-kali dalam waktu singkat bertemu dengan beberapa orang tua (maksud saya sudah sepuh, krn sy juga skr termasuk manula 😝) yang mengalami kondisi kurang baik, terbaring tidak berdaya di ranjang atau duduk dikursi roda dengan infus menancap di tangan atau tabung oxygen di hidung.

Saya juga beberapa kali menerima broadcast video clip orangtua yang disiksa anak atau pembantu karena sudah pikun, kemudian beberapa kali mendengar cerita papa si ini atau mama si itu yang sudah tidak mampu mengingat lagi anak yang paling dikasihinya… Yang paling menyedihkan jika kemudian mereka disia-sia oleh keluarga tercinta mereka sendiri.

Saya seperti diputarin film2 yang menyedihkan sekaligus mengerikan dengan tujuan seperti:”Tuhhh lihat tuhhh kalau lu sampai begitu…!!!”.

Saya menjadi teringat ucapan orangtua saya dulu sehabis melayat teman atau keluarga yang baru meninggal dunia. Kadang Papa atau Mama saya mengatakan: ”Beruntung sekali dia, matinya enak banget…”.

Dulu saya tidak mengerti kok orang dibilang mati enak, pake banget lagi? Mana ada mati enak? Kalau enak, kenapa orang2 pada gak mati aja? Hanya saja pertanyaan itu tidak pernah terlontar dari mulut saya, hingga kemudian saya menyadari sendiri ternyata mati secara damai itu adalah harapan semua orang lanjut usia. Mungkin oleh karena itu muncul istilah: May perhaps he/she relaxation in peace, keywordnya RIP.

Beberapa teman dekat yang melihat saya menjalani IF & PF ngeledekin saya dengan perkataan yang juga sering saya gunakan dulu untuk meledek teman saya yang sedang melakukan eating plan ketat  (karma kali ya… wkwkwkwk): “Ngapain sih lu nyiksa diri begitu? Takut mati amat… Hidup cuma sekali, nikmatilahhh….”. Persissss… 😝

Bwakakakak… sama persis perkataan yang dulu saya gunakan…

Akan tetapi saya sekarang punya jawabnya. Saya tidak takut mati kok. Saya berani hike ke Angels Landing, United states of america, salah satu gunung yang sangat berbahaya di daki. Saya juga berani bungee leaping, sky-diving, sea-diving, extremely-lighting, paragliding dan beberapa olahraga yang nyerempet2 bahaya, yang mereka gak berani lakukan kalau saya ajakin 😃😝.

Yang saya paling takut adalah ¼, ½ atau ¾ mati seperti yang saya lihat dan saksikan itu. Nah ini saya beneran takut…

Saya takut kalau harus dipapah, didorong di kursi roda, harus merepotkan orang lain, apalagi sampai saya tidak ingat orang yang saya sayangi dan kemudian saya maki2 karena saya pikir orang lain 😩.

Itu semua yang saya takuti.

Menurut saya, itu lebih buruk daripada mati. Kalau mati, blessss… Semua orang dekat akan berduka, sebentar saja and then lifestyle goes on. Tapi kalau nanggung2 itu, semua orang sekitar kita menderita. Duhhh… semoga kita semua selalu dalam berkat dan perlindunganNYA ya… Aminnn..

Maaf saya mengangkat satu topik ini ya, tetapi ini penting, supaya kita memiliki motivasi yang jelas kenapa kita melakukan sesuatu yang tidak enak. Supaya ketika kita merubah Lifestyle kita, kita tahu conclusion-in-brain nya apa. Tanpa way of thinking yang mantap, sulit mengubah kebiasaan yang sudah terbentuk sejak kecil.

Fasting is not about dropping weight… 

Saya sudah menyinggung mengenai pentingnya Mindset. Sekali lagi saya tekankan, Diet regime atau Fasting yang didasari HANYA pada keinginan menguruskan badan, rasanya TIDAK akan bertahan lama. Kenapa? Lha kalau berat badan sudah best, maka kita akan coba2 melanggar pantangan2 yang dulu kita lakukan, dan karena godaan mulut semakin beragam, maka tanpa sadar tubuh kita akan naik lagi. Itulah yang sering saya lihat pada teman2 yang menjalankan Diet regime dengan tujuan HANYA untuk menguruskan badan.

Akan tetapi Diet regime atau Fasting dengan tujuan Balanced and Longevitiy, kesehatan dan panjang umur, akan bertahan lebih lama. Mungkin begitu kali ya, at least ya saya masih bisa bertahan selama ini dengan pola pikir atau brain-established seperti ini.

Banyak yang menanyakan ke saya berapa lama kita harus menjalani Extended ini? Ini juga pertanyaan saya pada awal2nya. Tidak ada rumusan khusus untuk ini, namun secara umum yang saya baca, kita disarankan melakukan 24 jam Fasting seminggu atau dua minggu sekali, three – four hari PF tiga atau four bulan sekali, dan five – 7 hari PF enam bulan atau bahkan setahun sekali.

Lalu hari2 lainnya bagaimana?

Pembaca bisa mengkombinasi IF 18:6 dengan PF, atau IF twenty:four dengan PF atau IF 22:2 dengan PF.

Kalau pembaca sudah bisa melakukan IF 22:2, sebenarnya sudah masuk tahap OMAD (A person Meal A Working day) karena dalam 2 jam itu, dari pengalaman saya, kita hanya sanggup makan kenyang sekali. Dan sepertinya pencernaan kita mengecil juga, sudah tidak bisa lagi makan terlalu banyak seperti sebelumnya. Tubuh yang luar biasa ini secara automated menyesuaikan.

Apa iya organ tubuh bisa mengecil?

Iya… ini ada yang membuktikannya…

Dr. Roy Lee Walford, M. D., ex professor pathology di University of California, Los Angeles School of Medication, pioneer penelitian dalam bidang calorie restriction for lifestyle extension and overall health improvement, pada sekitar tahun 1990 melakukan uji coba severe dengan mengurung diri di Arizona pada suatu atmosphere yang mereka beri nama Biosphere 2.

Selama 6 bulan mereka hidup dengan pendekatan calories restricted, hanya makan dengan jumlah calories yang sangat sedikit, sehingga setelah 6 bulan menjalaninya, Dr. Roy yang tadinya tampak seperti gambar foto paling kiri, menjadi sangat kurus seperti pada foto di tengah.

Dr Roy Lee

Yang luar biasa adalah apa yang terjadi dengan organ tubuhnya. Organ tubuhnya menyusut hingga hampir separuh dari ukuran normalnya. Sebagai contoh adalah liver nya, ukuran livernya setelah menjalani calorie restricted menjadi hanya separuhnya.

Setelah keluar dari Biosphere 2, beliau menjalani hidup normal seperti sebelum memasuki Biosphere 2, tubuhnyapun kembali seperti semula, bahkan tampak lebih bugar. Yang luar biasa adalah… organ tubuh seperti liver, jantung, paru2 di REGENERATED seperti semula. Sekali lagi saya ulang: di REGENERATED (dibuat ulang!). Hal ini hanya bisa terjadi jika stem mobile diproduksi dan dibuat ulang, seakan2 menjadi baru kembali, seperti proses terjadinya pembentukan embryo.

Is not that wonderful???

Luar biasa kan impact dari kekurangan makan alias fasting pada tubuh kita? Asal tidak kebablasan saja… wkwkwk…

So, once more and once more, saya menyarankan pembaca untuk mengexplore lebih jauh semua yang saya tulis di atas… kecuali pembaca percaya abis ke saya :)…

**Saat saya mengetikkan postingan ini, saya sedang menjalani hari ketiga, Extended Fasting untuk keempat kalinya. Saya berencana menjalani 7 hari, kalau bisa 10 hari. Kondisi saya masih baik2 saja, kalau tidak saya tidak akan sanggup memposting tulisan ini 😃”.

Akan tetapi percaya atau tidak, mari kita lanjutkan pada topik yang mungkin paling ditunggu-tunggu oleh Ibu2…😃😃😃… How do I reduction 8 kg in three weeks? Awww… 😝 2.fifteen Wonder of Fasting: Shed 8 kg in three weeks…

Salam,

Guntur Gozali,

http://www.gunturgozali.com

Jakarta, Kebon Jeruk,

Minggu, 12 Juli 2020, 13:fifty five

*** Exclusive Observe ***

Expensive Pembaca terkasih,

Terima kasih telah bersedia membaca postingan saya di atas. Saya sangat berharap pembaca bersedia menuliskan komentar, komentar apapun juga, atau hanya  sekedar LIKE. Komentar pembaca penting buat saya untuk meningkatkan kwalitas tulisan saya, dan akan sangat menguatkan bagi pembaca2 lain. Mari kita saling berbagi agar semakin banyak teman2 lain yang bisa mengalami hidup sehat dan panjang umur…

***000ooo000***

Next Post

Denver airport unveils Great Hall project online dashboard to boost transparency

Dive Brief: Denver Worldwide Airport (DEN) has released a new on the web aspect for its $770 million Great Hall challenge — a challenge dashboard that will enable officials preserve the general public current on Stage I building development and its spending budget. The new aspect is created to provide […]

Subscribe US Now